RSS

Indahnya Malam Jumat

15 Dec
Indahnya Malam Jumat

Ada apa dengan malam Jumat? Jangan berpikir yang macem-macem dulu, Ini tidak ada kaitannya dengan hal-hal yang bersifat horor, atau nyunnah nabi bagi suami istri. Ini tentang malam Jumat pada saat aku di Pondok dulu. Ya, masih jelas dalam ingatanku kenangan indah setiap malam Jumat ketika itu. Bagiku dan bagi santri malam Jumat adalah malam yang istimewa dibandingkan dengan malam-malam yang lain. Karena malam jumat adalah malam perjuangan, untuk mendapatkan sepotong daging sebagai lauk makan malam.

Tepat pukul 05.00 sore lonceng berbunyi mendandai waktunya sudah tiba seluruh santri harus pergi ke masjid untuk persiapan sholat maghrib. Semua santri harus i’tikaf di masjid untuk berdzikir ataupun menderas Alquran, hanya pengurus saja atau santri yang kebetulan ada kegiatan diberikan rukhsoh alias keringanan untuk tidak segera ke masjid. Seluruh ruangan masjid penuh dengan santri yang duduk rapi dan gemuruh suara mereka dengan segala aktivitas masing-masing. Pada waktu itulah kesempatan bagiku untuk menunaikan segala amalan yang diberikan oleh ibuku seperti membaca sholawat, dzikir dan tahlil, surah yasin, dan surah-surah yang lain. Meskipun ada sebagian santri yang menggunakan untuk tidur (alias ngantuk) akibat kelelahan mengikuti kegiatan seharian.

Tak terasa waktu berjalan. Tiba saatnya muadzin mengumandangkan lantunan adzan menandai sudah waktunya masuk sholat maghrib. Masih kuat betul dalam memoriku, setiap maghrib KH Ibrahim Thoyyib selalu bertindak sebagi imam sholat, kecuali sedang acara diluar pondok, atau berhalangan karena sakit. Dengan suaranya yang khas, pak Kyai memimpin sholat jamaah. Setelah salam diucapkan pak Kyai sebagai tanda selesainya sholat, saat itulah solah ‘perjuangan’ para santri tersebut dimulai. Mereka berhemburan keluar masjid menuju kamar masing-masing (bahkan ada yang dibawa sholat) mengambil peralatan makan mereka dan berlari menuju dapur umum. Seolah para santri berlomba untuk menjadi terdepan dalam antrian, agar tidak kehabisan jatah lauknya.

Makan dengan lauk daging hanya sekali dalam seminggu, yaitu malam Jumat. Seingatku lauk daging juga diberikan ketika hari raya idul adha setelah penyembelihan hewan kurban. Selain daging, yang juga dianggap istimewa oleh para santri adalah sepotong telor rebus, yang diberikan setiap malam selasa. Sehingga wajar untuk urusan makan, malam Jumat menjadi malam yang sangat istimewa bagi santri dan juga malam selasa. Terbatasnya makan yang enak-enak saat itu, menyebabkan makan apapun menjadi sangat nikmat dan bersemangat, walaupun hanya dengan sepotong tempe ataupun kerupuk, bahkan hanya dengan sayur dan sambalnya saja. Bagiku rutinitas makan menjadi seni tersendiri selama menjalani pendidikan di pondok, dan menjadi kenangan yang tak pernah terlupakan. Kreativitas santri selalu muncul untuk bisa makan, dengan segala keterbatasannya.

Malam jumat juga istimewa, bukan hanya karena makannya tetapi juga karena adanya kegiatan Muhadoroh (latihan pidato) bagi seluruh santri. Semua santri di masing-masing kamar menyiapkan panggung di kelas-kelas atau tempat-tempat yang telah ditentukan pengurus sebagai tempat latihan pidato. Setiap santri mendapatkan jatah untuk berpidato dihadapan teman-teman sekamarnya, bahkan terkadang bergilir ke kamar yang lain. Inilah pembelajaran yang sesunggughnya. Mereka dilatih mentalnya, kemampuan mengemukakan pendapatnya, dan menguasai panggung sebagai orator. Inilah pembelajaran yang tidak biasa, karena dari sinilah akan lahir dan terlihat santri-santri yang punya potensi dan memiliki jiwa kepemimpinan, sehingga memudahkan untuk proses regenerasi. Setiap orang telah disiapkan untuk menjadi pemimpin, dan menggantikan pemimpin sebelumnya, sehingga estafet kepemimpinan tidak akan pernah terputus. Jadi jangan remehkan malam jumat. Karena malam Jumat adalah malam yang istimewa….***

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on December 15, 2016 in Perjalanan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: