RSS

Bahagianya Antar Anak ke Sekolah

14 Dec
Bahagianya Antar Anak ke Sekolah

Tak terasa, anakku yang pertama kini sudah kelas 5 SD, dan bersekolah dekat rumah. Sementara adiknya sudah kelas 3 MI, yang jaraknya lebih jauh daripada kakaknya, sekitar 6 Km dari rumah kami. Waktu aku belum ke Jakarta, hampir setiap hari aku mengantar mereka ke Sekolah, walaupun jarak sekolah anakku yang pertama dekat, tetap saja pengin diantar bapaknya. Kini rutinitas itu masih aku jalani, walaupun hanya diakhir pekan. Hari Sabtu menjadi tugasku mengantar anak-anak. Rasa lelahku karena perjalanan dari Jakarta menjadi hilang, kala bertemu mereka dan minta diantar ke sekolah.

Mungkin orang memandang sepele mengantar anak ke Sekolah, apalagi kalau sudah menjadi rutinitas sehari-hari, Banyak orang mungkin menganggapnya biasa-biasa saja. Bukan sesuatu yang istimewa. Namun bagiku mengantar anak ke sekolah memiliki makna penting bagi hubungan orang tua dan anak, bahkan lebih penting daripada memberikan hadiah yang paling mahal sekalipun. Ditengah keterbatasanku berhubungan langsung dengan anak-anak, mengantar mereka ke Sekolah diakhir pekan, seolah menebus dahaga kemesraan dan kehangatan yang tak terpenuhi setiap hari.

Butuh sekitar 15 menit aku mengantar anakku yang kedua ke sekolahnya. Anakku tidak pernah mau diantar lewat jalan raya, dengan jalan yang lebih halus dan lebih cepat tentunya. Ia lebih senang melewati jalan perkampungan, menikmati persawahan, dan kawasan hutan, dengan jalan yang berkelok-kelok. Kebiasaan anakku sampai saat ini (walaupun sudah besar), tidak mau duduk di belakang, selalu minta duduk didepan, diatas tangki motorku. Agak sulit mengendarai motor memang, tetapi aku senang karena dengan begini aku leluasa berbincang apa saja dengan anakku sepanjang jalan. Aku dengarkan celotehnya tentang yang ia dilihat, atau dialaminya di sekolah. Ini juga moment penting bagiku untuk memastikan anakku baik-baik saja di sekolah, atau dalam pergaulan sehari-hari di lingkungannya.

Setelah bercengkrama sepanjang jalan, menjelang sampai di sekolah, biasanya anakku minta pindah ke belakang. Mungkin malu pikirnya, sudah besar kok masih duduk didepan. Tapi itulah yang ia lakukan setiap aku berkesempatan mengantarnya ke sekolah. Pada siangnya, aku juga sempatkan untuk menjemputnya dan pulang melewati jalan yang sama yang kami lewati waktu berangkat. Kami lagi-lagi berbincang apa saja, termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Aku manfaatkan kesempatan mengantar anak ini untuk mengajak dialog, memberikan pesan-pesan, menyampaikan harapan-harapan dan mendengar dengan sungguh-sungguh keinginannya. Mengantar sekolah bukan hal sepele, tetapi dapat menjadi penyambung kehangatan dan saling pengertian antara orang tua dan anak. Mari, antar anak kita ke sekolah dengan senyum, dan bantu mereka wujudkan mimpi-mimpi baiknya.***

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on December 14, 2016 in Keluarga

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: