RSS

Pertama Kali Aku Keluar Negeri

10 May

Tak pernah terbayangkan olehku memiliki kesempatan keluar negeri, walaupun aku memiliki impian itu. Pertama kali aku keluar negeri, karena aku diterima mengikuti program international fellowship program yang diselenggarakan oleh Pilnet (Public Interest Law Institute) bermarkas di New York bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Columbia, NY.

Sekitar bulan Maret 2010, saya mencoba keberuntungan dengan mengirimkan aplikasi program tersebut, yang pertama kali baru dibuka untuk peserta dari Indonesia. Terus terang aku memiliki keberanian untuk ikut, karena program itu tidak mensyaratkan TOEFL, yang penting bisa menulis dan berkomunikasi bahasa Inggris. Berdasarkan jadwal, hasil itu akan diumumkan pada bulan Mei 2010.

Setiap hari aku mengecek email, berharap ada email baru dari Pilnet dan itu adalah kabar gembira. Cukup lama aku menanti dengan was-was, hanya berdoa yang bisa aku lakukan setiap saat, setiap waktu, agar aku diberi kesempatan mengikuti program tersebut. Suatu hari, di tengah malam, aku mengecek email dari hapeku, dan aku mengecek satu persatu email yang masuk. Hatiku berdetak kencang, karena ada salah satu email yang masuk dari Pilnet selaku penyelenggara program. Was-was, sekaligus penasaran, antara perasaan senang dan kecewa yang akan aku temui setelah membuka email itu. Secara perlahan, tidak lupa membaca basmalah, akupun membuka email itu yang membuat jantungku semakin bergetar. Kegembiraanpun spontan memuncah, karena email itu adalah kabar gembira. Aku diterima.

Program itu menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan hidupku, karena melalui program inilah aku berkesempatan bepergian keluar negeri untuk pertama kali, dan itu adalah pergi ke Amerika. Sebuah negara, yang aku yakin menjadi negara yang penting bagi siapapun, dan dari negara manapun. Tidak hanya berhenti di Amerika, program itu juga mengantarkanku mengenali dan mengunjungi berbagai belahan dunia di Eropa. Selama 8 bulan di Amerika, memberiku banyak pelajaran dan pengalaman. Setelah itu, program dilanjutkan di Eropa selama 2 bulan bertempat di Budapest, Hungaria. Aku merasa, begitu besar anugerah Allah yang telah diberikan kepadaku. Selama di Eropa program itu juga mengajakku mengenal dan mengunjungi negara-negara di Eropa, seperti Polandia, Inggris, dan Perancis.

Pertama kali keluar negeri, tetapi begitu banyak negara yang aku kunjungi. Temanku mengatakan “pertama keluar negeri, tetapi kebablasan”. Kepada Allah aku bersyukur atas segala kesempatan, dan hanya ridlo-Nya yang kuharapkan, atas segala yang aku lakukan. “Hidup adalah belajar, dan belajar adalah proses untuk menjadi lebih baik”.***

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on May 10, 2012 in Perjalanan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: