RSS

Prinsip dan Proses Pembelajaran Pendidikan Hukum Klinis

09 May

Perkembangan pendidikan hukum klinik dalam suatu negara, sangat dipengaruhi oleh perkembangan pemikiran hukum, kondisi sosial masyarakat, dan kebutuhan dari masyarakat dari sebuah negara. Sehingga berbagai negara mengadopsi dan menerapkannya secara berbeda-beda. Meskipun ada banyak perbedaan dalam pelaksanaannya, secara universal ada prinsip-prinsip dianggap cukup penting dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari program pendidikan hukum klinis. Open Society Justice Initiative (OSJI) merumuskan standar pelaksanaan pendidikan hukum klinik.

Pertama, adanya komponen praktik. Dalam pendidikan hukum klinik fakultas hukum harus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bekerja dan berpraktik melalui kasus-kasus konkrit di pengadilan, atau setidak-tidaknya berhubungan langsung dengan klien untuk menyelesaikan masalah hukum yang mereka hadapi. Untuk mendapatkan pengalaman praktik tersebut, fakultas hukum dapat melakukannya melalui tiga pendekatan yaitu: (i) In house clinic atau lembaga bantuan hukum yang dikelola oleh fakultas hukum dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa menangani kasus-kasus yang ada dengan supervisi dari pengajar klinik; (ii) Externship Clinic dimana fakultas hukum bertanggungjawab terhadap komponen kelas, kemudian mahasiswa bekerja dengan NGO atau institusti penegak hukum dimana mereka dapat menangani kasus secara langsung; (iii) Street Law Clinic yaitu suatu metode dimana mahasiswa akan mengajar dan mendidik komunitas atau kelompok masyarakat tertentu tentang masalah-masalah hukum yang mereka hadapi sehari-hari.

Kedua, mengintegrasikan antara pengetahuan, keterampilan dan nilai. Pendidikan hukum klinik harus meliputi komponen kelas yang akan mengkombinasikan pembelajaran terhadap subtansi hukum dan keterampilan. Selain itu, komponen kelas juga akan menjadi media refleksi terhadap profesionalisme seorang praktisi hukum dan nilai-nilai keadilan sosial.

Ketiga, fokus kerja klinik. Fokus atau ruang lingkup kerja dari klinik adalah pemberian bantuan hukum bagi masyarakat tidak mampu atau kelompok marginal, dan memperkuat atau mempromosikan hak asasi manusia. Dengan demikian klinik hukum akan mengisi ruang yang selama ini tidak banyak dilakukan oleh para pengacara yang cenderung berorientasi profit dan menolak kasus-kasus pro bono.

Keempat, pemberian kredit bagi kerja-kerja klinik. Fakultas hukum harus memberikan sejumlah kredit kepada mahasiswa atau pengajar atas partisipasi mereka dalam kegiatan klinik. Pemberian kredit merupakan aspek penting dari program ini untuk menjamin keberlanjutan dan memperkuat komitmen mahasiswa untuk terlibat dalam progam klinik.

Metode Pembelajaran dalam Pendidikan Hukum Klinis

Metode pembelajaran dalam matakuliah klinik akan sangat berbeda dengan matakuliah pada umumnya. Mahasiswa dituntut untuk lebih mandiri, dan lebih ekstra dalam meluangkan waktu dan pikirannya untuk mendapatkan pengalaman nyata dalam proses bekerjanya hukum di masyarakat. Ada beberapa pendekatan yang umumnya diterapkan dalam pembelajaran matakuliah klinik.

Pertama, mahasiswa bertanggungjawab terhadap kasus. Dalam proses pembelajaran, setiap mahasiswa baik secara pribadi, berpasangan maupun berkelompok akan bertanggungjawab memegang kasus yang ditangani oleh klinik, sejak interview, konsultasi, pendampingan, membarikan asistensi, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, mahasiswa memegang kendali dalam membuat keputusan layaknya seorang pengacara terhadap kasus-kasus yang ditangani.

Kedua, kegiatan supervisi. Setiap kasus yang ditangani oleh mahasiswa klinik akan mendapatkan supervisi secara langsung oleh pengajar klinik/pengacara praktek yang ditunjuk oleh klinik. Supervisi dimaksudkan untuk memastikan proses pemberian bantuan hukum dilakukan secara benar. Melalui kegiatan supervisi mahasiswa dan supervisor akan mendiskusikan kasus yang ditangani baik secara individual, berkelompok atau dalam kelas.

Ketiga, pembelajaran mandiri. Pembelajaran dalam matakuliah klinik sangat menekankan pada kesadaran untuk meningkatkan kapasitas masing-masing secara mandiri. Pendekatan pembelajaran dalam klinik akan disampaikan secara pedagogic melalui kegiatan brainstorming, presentasi, latihan, reading/tugas membaca, dan lain-lain.

Keempat, simulasi. Selama pembelajaran berlangsung, mahasiswa akan banyak melakukan kegiatan simulasi, yaitu mempraktekan kegiatan yang lazimnya dilakukan antara pengacara dan kliennya. Simulasi dilakukan terhadap berbagai kemampuan, seperti interview, konsultasi, negosiasi, mediasi, dan lain sebagainya. Melalui kegiatan simulasi diharapkan mahasiswa klinik dapat memahami kinerja yang dilakukan oleh seorang pengacara.

Kelima, berfikir kritis dan reflektif. Selama pembelajaran berlangsung mahasiswa dituntut untuk berfikir kritis dan reflektif. Mereka akan diberikan kebebasan seluas-luasnya untuk menyampaikan ide, pendapat, gagasan, dan pengalamannya terkait dengan substansi hukum, prosedur maupun yang lainnya. Setiap mahasiswa akan belajar mengevaluasi diri sendiri terhadap apa yang sudah dilakukan, dan memberikan tanggapan terhadap apa yang dilakukan oleh orang lain. Dalam proses pembelajaran diharapkan terjadi saling pembelajaran dan sharing pengalaman diantara para mahasiswa dan juga supervisor.

Keenam, kerja kelompok. Selama proses pembelajaran, setiap mahasiswa akan bekerja secara berpasangan atau berkelompok.  Pasangan atau kelompok itu akan bekerja secara bersama mendiskusikan berbagai hal, khususnya terkait kasus yang ditangani. Akan ada pertemuan kelompok sesuai kesepakatan.

Ketujuh, tugas penulisan. Selama pembelajaran berlangsung, akan ada penugasan untuk merancang dokumen hukum yang materinya sesuai dengan kasus yang ditangani atau akan ditentukan kemudian.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on May 9, 2012 in Pekerjaan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: